Nadia Novita Sari, S.Mn :)

Standard

ALHAMDULILLAH.

Ini adalah hal yang gak pernah gue sangka sebelumnya. Semenjak nyokap gue sakit, bisa nyelesein TA dan sidang adalah hal yang sungguh luar biasa buat gue, dan akhirnya gue pun bisa di wisuda. Rasanya syukur Alhamdulillah.

Hari yang keras selama nyokap gue sakit adalah teman gue saat harus nyelesein TA. Hari dimana nyokap gue diputuskan akan dioperasi lagi adalah hari dimana gue harus berangkat sidang.

26 September 2011, gue ijin ke nyokap untuk pergi ke Bandung, karena hari itu gue harus sidang s1,untuk mendapat gelar S.Mn. Nyokap gue yang kesadarannya masih rendah karena komplikasi penyakit di otak,menyebabkan Ia hanya bisa membuka matanya tanpa memberikan kontak yang jelas. Tapi suatu hal yang luar biasa terjadi, saat gue pamit dan minta restunya untuk sidang, nyokap gue meneteskan air matanya. Air mata itu keluar dan tidak berhenti. Ini adalah suatu respon yang gak akan pernah gue lupain. Karena itu juga gue berangkat ke Bandung dengan semangat perjuangan untuk mendapatkan hasil terbaik dan memperoleh gelar S.Mn.

Sesampainya di Bandung, gue ditemani oleh my super best friend, illona. Dia nemenin gue mulai dari persiapan beli coklat monggo buat presentasi, sampai persiapan sidang hingga akhirnya gue sidang. Gue pun sangat tidak menyangka bahwa teman-teman yang menghadiri sidang gue cukup banyak. Hingga detik ini gue masih ingat wajah-wajah mereka, yang sudah datang untuk melihat gue dan memberi semangat gue saat sidang.

Hari itu penguji dan pembimbing sidang mulai masuk ke ruangan.deg2an? buat gue, yang gue lakukan hari itu adalah apa yang terbaik untuk menghasilkan yang terbaik dan akan gue serahkan seluruhnya buat nyokap gue. Sidang berjalan lancar dengan rasa penuh percaya diri. Senyum terurai tak pernah lepas selama gue sidang. Teman-temanpun tak putus memberi semangat dari kejauhan dan gue semakin bersemangat. Hingga akhirnya tiba, penguji menyampaikan keputusan dari hasil sidang. Seakan ingin meneteskan air mata bahwa hasil sidang gue sangat memuaskan, gue bisa membawa nilai terbaik saat bertemu nyokap dengan hasil sidang A. Tak henti gue mengucapkan rasa terimakasih, rasa syukur yang paling dalam kepada Allah, dan akhirnya gue bisa pulang dengan senyum yang sangat berbahagia untuk segera bertemu nyokap.

Sedikit cerita tentang perjalanan sidang gue, hingga akhirnya gue bisa diwisuda.

27 Oktober 2011, akhirnya tiba harinya untuk acara pelepasan dan wisuda. Gue datang ke bandung tanggal 27 karena malam harinya akan ada acara pelepasan mahasiswa SBM ITB di gedung serbaguna, samping gedung fakultas SBM, sedangkan untuk wisuda akan berlangsung tanggal 29 Oktober 2011.  Gue datang bukan dengan bokap, bukan dengan kakak, apalagi dengan nyokap gue. Gue datang bersama kakak sepupu gue yang jauh-jauh datang dari makassar buat nemenin gue wisuda, juga ditemani adek gue Faldio yang masih belum 1 tahun umurnya, juga bersama mbak yang kerjanya bantuin pekerjaan di rumah dan menjaga Faldio. Dengan mengumpulkan rasa bahagia akhirnya gue datang ke acara malam itu bersama pasukan keluarga gue yang nemenin ke bandung. Sebuah acara yang cukup menggelegar, dimana seluruh wisudawan lulusan s1 sbm dan s2 mba itb maju ke atas podium berhadapan dengan seluruh dosen, pengajar dan terutama keluarga mereka tercinta. Hampir semua temen-temen gue datang bersama orang tua mereka. Mereka terlihat sangat bahagia. Kami, wisudawan diberikan setangkai bunga mawar yang nantinya harus diberikan kepada orang tua atau orang yang paling mereka sayangi. Ketika saatnya tiba untuk pemberian bunga, rasanya gue  gak bisa nahan air mata gue dan cuma mau pulang dan cepet-cepet pergi dari tempat itu. akhirnya gue coba berpikir positif dan berpikir lebih jernih. gue samperin kakak sepupu gue tersayang, dan gue kasih bunga itu buat dia, gue rasa dia pantas menerima bunga itu. Gak terlalu lama gue menghadiri acara itu dan setelah itu gue memutuskan untuk pulang. Tapi sungguh, dibalik kedukaan gue di acara pelepasan, gue sangat bahagia bisa bertemu dengan teman-teman seperjuangan gue selama kuliah. Cerita gue lanjutin saat harinya wisuda tiba.

29 Oktober 2011, subuh-subuh gue udah berangkat untuk menemui tukang rias buat make up wisuda. Bokap gue datang ke acara itu, dia bela-belain datang pagi-pagi dari Jakarta ke Bandung cuma buat liat anaknya di wisuda. Dia terpaksa harus ninggalin nyokap sebentar di Jakarta, untungnya banyak sodara gue yang datang untuk jagain nyokap di rumah sakit. Bokap datang ke acara wisuda ditemani adek sepupu gue yang memang kuliah di Bandung. Acara wisuda berjalan dengan lancar hingga akhirnya tiba gue harus naik ke atas podium untuk berjabat tangan dengan rektor dan dekan. Nama gue pun disebut, rasanya sangat bahagia saat disebut nama gue dengan diiringi keterangan bahwa gue lulus dengan predikat cumlaude. Rasanya gue cuma ingin cepat-cepat pulang ke Jakarta, bertemu dengan nyokap gue dan menyampaikan kabar gembira ini. Akhirnya setelah acara selesai, seusai foto bersama teman-teman seangkatan, gue memutuskan untuk segera kembali ke hotel untuk kembali ke Jakarta. Gue melewatkan acara arak-arakan wisudawan dan memutuskan kembali pulang. Di hotel gue udah disambut oleh kakak sepupu, adek gue dan pengasuh2nya. Rasa bahagia dan haru mendengar ucapan selamat serta pelukan hangat mereka. Gue sempetin diri foto-foto sedikit bareng mereka. Hingga akhirnya kami semua pulang ke Jakarta. Tanpa menghapus make up di wajah dan berniat merusak tataan rambut gue tetap ingin terlihat cantik saat gue bertemu dengan nyokap. Kenyataannya adalah, make up gue mulai pudar dan rambut gue sudah gak jelas bentuknya. Tapi gue tetap semangat untuk menjaganya agar tetap sedikit rapih. Ke Jakarta pun gue lalui dengan perjuangan menempuh perjalanan selama 5 jam yang harusnya kisaran 2 hingga 3 jam. Macetnya ibu kota cukup menghambat segalanya. Akhirnya guepun tiba di Jakarta dan langsung ke rumah sakit. Nyokap gue dirawat di ICU MRCCC Siloam, Semanggi. Gue turun dan melangkah pasti untuk menemui nyokap gue, membawa jas dan topi toga serta ijazah yang gue terima untuk gue serahkan seluruhnya buat nyokap gue. Sesampai di ruangan, gue gak bisa menahan air mata gue yang udah gue tahan dari Bandung. Akhirnya tangis bahagia mengiringi pertemuan gue dan nyokap. 3 hari tidak bertemu seolah sudah bertahun-tahun tidak bertemu, ditambah dengan segudang cerita yang ingin gue sampaikan ke nyokap. Kamipun berfoto, aku mengenakan jas dan toga serta membawa ijazah lalu berfoto bersama mama. Hari itu rasanya sesuatu banget kalo kata Syahrini, mantan kekasihnya Anang, mantan suaminya Krisdayanti yang sekarang berpacaran dengan Ashanti,sedangkan Krisdayanti sudah menikah dengan Raul Lemos. Okay, stop ngelantur gak jelas.

Intinya adalah, perjalanan hidup gue untuk bisa wisuda hingga pada saat wisuda sangat unpredictable. Awalnya, gue punya berbagai perencanaan manis yang udah gue buat bersama nyokap untuk hari wisuda gue, ternyata Tuhan berkata lain.

Semua ada jalannya, semua ada hikmahnya dan gue percaya itu.

Ini, ada sedikit foto yang bisa kalian liat disaat acara pelepasan dan wisuda…

wisudawan di atas podium saat acara pelepasan

karinna, lauditta dan gue, bonus erik yang ikutan foto di belakang 🙂

lauditta dan gue

kak wulan dan gue 🙂

kak wulan dan gue lagi 😉

papa dan gue di acara wisuda

wahyu dan gue

orang-orang yang setia membantu keluarga gue dan mengurus Faldio 🙂

papa dan gue 🙂

Faldio dan gue :*

yaah..intinya begitulah cerita gue.

alhamdulillah semua bisa dilalui dengan baik, dan akhirnya sekarang gue sukses jadi pengangguran bergelar S.Mn.

Selamat datang di kehidupan dan aktivitas yang baru, selamat berjuang teman-temanku semua!

and for the last, get well soon mom. i dedicate everything just for you, only you. i love youuuu mommy! kisss muah :* :’)

Advertisements

About nadianovita

sulit untuk menyatakan apa kelebihan dan apa kekurangan yang dimiliki. hanya selalu berusaha untuk membuat semua orang tersenyum bahagia :)

One response »

  1. I truly love your website.. Excellent colors & theme.

    Did you create this web site yourself? Please reply back as I’m looking to create my very own website and want to know where you got this from or what the theme is named. Appreciate it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s