let it all out!

Standard

WHEN YOU ARE FEELING DOWN

AND THERE’S NOTHING YOU CAN DO

JUST CRY OUT LOUD

AND LET IT ALL OUT

SO EVERYTHING WILL BE ALRIGHT

Advertisements

hari ke 203!

Standard

hari ini, 11 Februari 2012, hari ke 203 sejak nyokap jatuh sakit, adek dio pun sudah 4 hari sakit.

mungkin gue ini berbeda dengan teman-teman gue yang lainnya. setelah wisuda kemaren, semua sibuk untuk mencari pekerjaan, sibuk mencari beasiswa untuk melanjutkan program S2, bahkan banyak juga yang sibuk menyibukan dirinya mengikuti kegiatan seperti kursus atau les-les tertentu.

dulu gue berpikir, ketika lulus wisuda nanti gue akan melanjutkan program studi S2 di jerman menyusul kakak gue yang sudah lebih dahulu kuliah disana. impian yang begitu indah. setelah lulus S2 di sana, gue berencana mencari pekerjaan dan membuat kehidupan kecil yang indah di sana. mengajak adek dio dan menyekolahkannya di sana dengan biaya yang gue dapatkan sendiri. impian yang begitu tertata rapih dan terdengar begitu indah. membayangkannya saja, gue bisa tersenyum bahagia.

tapi sekarang kenyataannya berbeda. begitu mudah dan misteriusnya rencana Allah buat kehidupan gue. satu bulan sebelum gue wisuda, nyokap sakit keras. hal ini membuat gue memutar semua rencana indah yang sudah gue rangkai menjadi rencana indah yang tidak terencana. ketika teman-teman diluar sana sedang sibuk menata kehiduapannya dengan pekerjaan atau pendidikan. disini, gue menata kehidupan gue dengan menata kehidupan keluarga gue. apa yang gue lakukan sekarang mungkin bukanlah kegiatan umum yang dilakukan oleh teman-teman gue.

gue pernah cerita punya adek kecil yang bernama faldio, yang lebih akrab dipanggil dio. umurnya saat ini adalah 15 bulan. gue tinggal sekarang bareng dia dan bokap gue, dibantu oleh 1 orang pembantu. sementara itu, semenjak nyokap keluar dari rumah sakit, nyokap kembali tinggal bersama kami, ditemani oleh satu orang perawat dan satu orang asisten perawat. kakak gue masih di jerman, dia sesekali pulang untuk melihat kondisi nyokap dan keluarga.

sehari-hari yang harus gue lakukan adalah mengatur keluarga gue. dimulai dari merawat nyokap, mengatur segala keperluannya, aktivitasnya, kesehatannya, dan perencanaan medis yang akan dilakukan mendatang. disisi lain, gue harus menjaga adek gue yang masih kecil. memandikan, menemani bermain, menyuapinya makan, membuatkannya susu, menemaninya tidur, bahkan mengurus poopnya atau hal lainnya. hal-hal tersebut merupakan rutinitas yang gue lakukan setiap harinya. terkadang didalam pelaksanaanya, gue juga dibantu oleh pembantu gue. tapi pada dasarnya, pembantu gue tetep sibuk dengan tugasnya untuk membersihkan isi apartment. pagi hari, sebelum dio terbangun, gue harus terbangun lebih awal untuk mendampingi pembantu gue mempersiapkan sarapan. setiap hari gue harus mengatur pengeluaran untuk belanja bulanan, belanja harian, dan juga mengatur pengeluaran biaya perawat dan terapis mama setiap harinya. di akhir bulan, gue harus mengatur pembiayaan untuk listrik dan telfon rumah bekasi, gaji pembantu, gaji asisten perawat. lainnya, gue harus mengelola toko baju muslim nyokap, dengan segala pemasukan dan pengeluaran untuk gaji pegawai-pegawai disana.

hari-hari gue lalui bagai seorang ibu yang tidak memiliki suami. untung aja gue masih punya bokap. gue jadi teringat, cita-cita gue yang lain semenjak kuliah adalah secepatnya menikah, memiliki seorang anak, menjadi ibu yang sholehah. Allah menjawab apa yang gue inginkan. keadaan yang gue alami sekarang bagaikan seorang ibu yang memiliki seorang anak yang harus mengatur keluarganya agar tetap bisa berdiri kokoh bagaimanapun keadaanya. dan hal itu membuat gue sadar bahwa ini tidak mudah.

modal yang gue miliki sekarang bukanlah pengalaman, tau apa gue.. gue melalui hari-hari gue dengan modal kasih sayang dan rasa ikhlas. cuma itu yang gue punya. dengan kasih sayang dan ikhlas, gue bisa menahan ego gue untuk mengenyampingkan sementara cita-cita yang gue punya. dengan kasih sayang dan ikhlas, gue bisa bangun tiap malam untuk mengganti pampers adek dio dan membuatkannya susu, atau juga menidurkannya kembali jika dia terbangun dan menangis. dengan kasih sayang dan ikhlas, gue bisa tidak mengikuti berbagai acara yang dibuat oleh teman-teman gue. dengan kasih sayang dan ikhlas, gue bisa mengajak mama berbicara setiap harinya berbagi cerita demi membangunkan respon mama yang sudah lama lemah walaupun rasanya sangat menyedihkan.

terkadang, keikhlasan guepun diuji. rasa tidak kuat suka hadir dalam hari-hari gue. sehingga pertanyaan, “kenapa harus gue”, “sampai kapan”, “apa gue kuat”, “gue harus gimana”.. itu selalu hadir mengisi hari-hari rapuh gue.

tapi gue harus kembali sadar bahwa semua sudah diatur dengan sangat indah oleh Allah. Allah yang punya rencana atas ini semua, dan Allah memberi cobaan ini karena Allah tau gue sanggup melaluinya.

tapi tetap saja, gue hanya manusia biasa yang mudah rapuh. dulu setiap gue punya masalah, gue selalu menceritakan masalah tersebut ke nyokap gue. nyokap tempat gue berbagi cerita. sekarang? mungkin gue emang bisa menceritakan masalah ke Allah, sambil menangis berdoa untuk menenangkan perasaan gue, tapi tetap ada yang kurang. gue butuh nyokap gue. gue butuh cerita ke seseorang. gue tau gue masih punya bokap, gue masih punya kakak, gue masih punya sodara2, teman-teman, bahkan gue juga punya pacar. tapi, mereka bukan orang-orang yang bisa dengan mudahnya gue curahkan seluruh yang ada di hati dan pikiran gue. gue butuh nyokap gue.

oh iya, ada satu hal yang bisa bikin gue sangat sedih, dimana gue harus melihat bokap gue mengeluarkan air mata ketika bersama nyokap. berbeda dengan gue yang gak akan pernah mau menangis di depan orang lain, bokap lebih mudah mengeluarkan air matanya. gue tau, kalo gue nangis kalo gue sedih, gimana keluarga gue? bubar semua. jadinya yah kalo gue mau nangis itu malam hari diwaktu semua orang tidur. saat itulah gue menangis dan meratapi keadaan (tapi gak setiap saat kok..)hehee..

hmmm…

hari ini hari ke 4 dio sakit, masih demam dan batuk-batuk. karena batuk-batuk itu dio jadi suka muntah dan menangis. cobaan baru lagi yang mengisi hari-hari gue, ibarat game di dalam komputer dimana ketika naik level akan ada aja tantangan yang semakin sulit. ibarat seorang ibu yang sedih dan menderita melihat anaknya sakit, itulah yang gue rasakan sekarang. rasa takut, gelisah, khawatir, dan sedih selalu menghantui gue selama dio sakit. bidadari kecil yang selalu bahagia dan membuat gue ikut bahagia, sekarang menjadi sosok yang lemah tak berdaya. melihatnya menangis membuat hati ini menjadi terpuruk. gue sayang dio dan gue gak mau dia kenapa-kenapa.

tapi..dengan semua kejadian dan keadaan yang gue alami, apa gue harus menjadi sosok yang lemah tak berdaya dan terpuruk dalam keadaan? TIDAK. gue harus kuat, gue harus semangat dan gue selalu bersyukur karena disetiap harinya ada saja hal yang bisa membuat gue tersenyum bahkan tertawa. semua ini tidak seberat apa yang gue pikirkan, walaupun memang berat. gue bisa melalui ini semua, gue yakin dengan janji Allah yang memberi cobaan ini ke gue karena gue mampu.

yah begitulah kehidupan gue beberapa bulan terakhir ini. sungguh LUAR BIASA. diluar dari biasanya.hehehee.. oiya, minggu depan nyokap mungkin mau dioperasi pemasangan tempurung kepalanya. buat siapa aja yang baca ini, mohon doanya yah buat mama. bismillah mudah2an semua lancar.amin.. doain juga dek dio cepet sembuh yah. makasi..

i love you! muah..

yes i love you!

Standard

2007

2008

2009

2010

♥ 2011 ♥

thanks for being you. no matter how far we were apart, i still love you. its more more more more and more.

Mocca-The Best Thing ♥♥

I’ve got the best thing in the world
Coz’ I got you in my heart
In this cruel little world
Let’s hold hands together
We can share forever
Maybe someday the sky will be coloured with our love
I wake up in the morning
Feeling emptiness in my heart
This pain is just too real
I dream about you, with someone else
Please say that you love me
That we’ll never be apart
You have to promise
That you will be faithful
And there will be lots and lots of love
It is the thing that really matters in this world